Suka atau tidak, sampai sekarang demokrasi di negara kita masih mengekor kepada barat, terutama Amerika. Dan salah satu ciri khas yang terjadi di banyak negara barat adalah diskriminasi terselubung yang mengikuti setiap pemilu.
Teman saya yang kuliah di FISIP pernah bilang, syarat tak tertulis menjadi Presiden Amerika adalah Laki-Laki, Amerika Asli, dan Protestan. Dan memang begitulah adanya. Amerika boleh saja berkoar-koar sebagai negara paling demokratis dan polisi HAM dunia, tapi di antara negara barat lainnya, ia termasuk yang terlambat menghapus perbudakan. Bahkan sistemnya juga pernah membatasi suara dalam pemerintahan hanya untuk kalangan kaya. Ku Klux Klan yang lebih parah dari neo-nazi juga pernah besar di negara ini.
Sejarah tidak bisa dibohongi.
Maka saat Obama resmi menjadi calon presiden Demokrat, yang terpikir di kepala saya bukannya akhir perang Irak, tapi era baru persamaan derajat seluruh bangsa di dunia. Andai saja hidup Obama terjamin hingga selesai Pemilu nanti (keraguan ini beralasan mengingat banyak sekali pemimpin pergerakan kulit hitam terbunuh sebelum sempat menjadi tokoh yang benar-benar berpengaruh) dan bisa memenangkan simpati sebagian besar warga Amerika, maka ia akan mengukir sejarah besar.
Bagaimana tidak? Nyaris semua syarat tak tertulis itu dilanggar. Obama adalah kandidat berkulit hitam. Lahir dari pria keturunan asing. Beberapa saat lalu ia bahkan diisukan beragama Islam (walaupun akhirnya dibantah sendiri oleh Obama). Tapi semua itu tidak mempengaruhi kepercayaan pemilih dari Partai Demokrat kepadanya. Bahkan saat Hillary melontarkan kritikan berbau rasial, dukungan malah berbalik kepada Obama.
Pertanyaannya, apakah kira-kira Indonesia akan terpengaruh sentimen seperti ini?
Kita tidak bisa berbohong, diskriminasi yang sama juga berlaku di Indonesia. Koran-koran besar di Indonesia pun masih dengan enteng menyebutkan bahwa syarat tak tertulis menjadi Presiden Indonesia adalah Jawa, Muslim, dan Indonesia Asli. Dan kenyataannya kira-kira seperti itulah jajaran Presiden yang sudah menjabat di negara ini.
Sesuatu yang menurut saya tidak masuk akal. Padahal demokrasi kita katanya sudah masuk yang terbaik di dunia. Pendidikan kita katanya sudah membaik (ya.. setidaknya yang buta huruf tidak lagi sebanyak waktu baru merdeka). Lagipula kita selalu bersemangat jika sudah membahas isu otonomi daerah. Lah lalu kok masalah kriteria Presiden saja bisa begitu diskriminatif?
Omong-omong Pemilu 2009 mau jagoin siapa, Bos?
har, kamu hosting di mana? gw juga mau bikin website tapi bingung hostingnya @_@
Qwords.com. Buat blog ada paket murah tuh. \^0^/
obama di lapangan mungkin banyak pendukungnya….lebih terkenal…
no offense loh 
tapi sangat mungkin pas pemilu nanti dia gak menang
al gore juga dulu akhirnya kalah…
karena siapa bilang amrik itu negara berdemokrasi?
saya rasa lebih tidak demokrat sono daripada indonesia…
hehe ini maih tulian berkalau-kalau, kok. Tapi anehnya ulasan kaya gini juga keluar di kompas hari ini lho.
Yang bikin professor 
Satu hal yang bagus dari Amerika Serikat sejauh penglihatan saya, kalau lagi kampanye ngga pakai acara saling menjatuhkan.

…hal buruknya, proses assassination sudah jadi semacam hal yang wajar; yang kayaknya belum ditemui di Indonesia.