Monthly Archive for July, 2008

Hoax RCTI?

Pekerja berita di Seputar Indonesia, RCTI tampaknya menjadi korban keisengan forward email dari pengguna internet. Tanggal 30 Juli 2008 muncul berita yang menginformasikan bahaya menggunakan ulang kemasan plastik yang biasa digunakan untuk makanan dan minuman, lengkap dengan penjelasan grade-grade jenis plastik dan bahayanya. Anehnya berita ini tidak jelas dari mana sumbernya, dan pakar mana yang bisa mengkonfirmasi bahayanya (kok bisa-bisanya lolos sebagai berita?!)

Saya tersenyum, padahal berita ini sudah berbulan-bulan lalu dikonfiormasi ke-hoax-annya oleh banyak blogger dan pengguna forum. Saya sendiri pernah menulis di blog lama.

Continue reading ‘Hoax RCTI?’

Beli TV Tuner

Ah, mungkin ini posting ga mutu. Saya pertama kali lihat teman pasang TV tuner itu udah 7 tahun yang lalu. Tapi berhubung di kamar kos ga ada TV dan saya malas beli TV baru yang bisa bikin tambah sesak maka kemarin saya memutuskan beli TV tuner.

Ada dua tipe TV tuner. Ada yang abal-abal, sekedar memfungsikan monitor sebagai TV, ada pula yang harus ditancapkan ke motherboard, jadi harus diakses lewat OS dulu. Saya pilih tipe yang kedua, walaupun lebih mahal. Soalnya sebenarnya niat saya nonton TV bukan untuk mencari hiburan (toh saya sudah membuktikan kita ga akan mati 1 tahun ga nonton TV :lol: ) . Saya punya niat terselubung untuk mengcapture iklan-iklan dan membuat dokumentasinya. Siapa tahu kapan-kapan bisa dipakai untuk riset dan tulisan.

Continue reading ‘Beli TV Tuner’

10 Tanda Kamu Kecanduan Ngeblog!

Tadi baca tulisan Pak Budi soal penyakit kecanduan blog. Usil saya komen di sana kaya begini:

10 Tanda Kamu Kecanduan Ngeblog

1. Kamu bisa ngetik url blogmu sambil merem

2. Kamu lebih hafal alamat blog seleb daripada password emailmu.

3. Kamu terobsesi menjadikan seluruh perangkat telekomunikasi di rumahmu seperti hp, telepon rumah, TV cable, sampai kaleng kerupuk sebagai sarana nyambung ke internet

4. Walau bermaksud menggunakan internet untuk mencari referensi kuliah, tetap saja tanpa sadar kamu menghabiskan 3 jam untuk blogwalking, 5 menit untuk mendownload referensinya :mrgreen:

5. Pacarmu ngomong “Gila ya, chatting sama lu bisa sambikl masak indomie!”, hanya karena nyambi bikin posting

Continue reading ‘10 Tanda Kamu Kecanduan Ngeblog!’

Ain’t Misbehavin

No one to talk with,
All by myself,
No one to walk with,
But I’m happy on the shelf
Ain’t misbehavin’,
I’m savin’ my love for you

I know for certain,
The one I love,
I through with flirtin’,
It’s just you I’m thinkin’ of.
Ain’t misbehavin’,
I’m savin’ my love for you
Like Jack Horner in the corner
Don’t go no where,
What do I care,
Your kisses are worth waitin’ for
Be-lieve me

Continue reading ‘Ain’t Misbehavin’

Adat Istiadat dat dat dat dat dat

Sepasang suami-istri datang dari keluarga yang berbeda bak langit dan bumi
Satunya sudah bebas dari ikatan adat istiadat dan kebiasaan
Satunya sangat menjunjung tinggi budaya dan remeh-temeh lainnya
Satunya berpikir dengan penuh toleransi
Satunya berpikir dengan penuh rasionalisasi

Apa yang kau pikir?

Bersyukur

Bersyukur saat kita sedang diberi banyak kemudahan itu bukan hal sulit
Tapi bersyukur dengan apapun yang sudah kita miliki sejauh ini bukan perkara gampang

Bukan begitu?

Mengapa Saya Tidak Suka MLM

Peringatan:
Saya akan menulis dengan sangat panjang dan serius. Baca dengan baik-baik setiap poin yang saya sampaikan, lalu bandingkan dengan pengalaman MLM yang sudah anda alami. Saya tidak dibayar oleh siapapun, termasuk saingan MLM anda. Saya menulis ini berdasarkan pengalaman pribadi saya bertahun-tahun menghadapi member MLM yang begitu gigih mempromosikan produknya, nyaris tanpa etika.

Saya sudah cukup puas diprospek banyak kenalan dan kerabat dari puluhan jenis MLM, tidak usah pakai sebut nama, ya? Tidak ada satupun yang melekat di hati saya. Saya terlalu bodoh dalam melihat peluang? Mungkin, tapi ada alasan yang jauh lebih kuat daripada sekedar masalah mimpi dan harapan untuk punya mobil atau villa mewah.

Apa saja?

1. MLM cenderung merusak hubungan

Salah satu iming-iming yang ditawarkan banyak MLM adalah anda bisa belajar mengembangkan networking sembari menjalankan “bisnis”. Kenyataannya adalah anda tidak akan membangun relasi apapun dengan orang lain jika dalam sehari bertemu anda menghabiskan 4 hingga 5 jam untuk menceramahinya tentang peluang dan motivasi.

Kesalahan terbesar pengikut MLM adalah menganggap orang yang diprospeknya adalah orang dungu yang tidak bisa merasakan dan memikirkan apa-apa. Sebaliknya, yang terjadi adalah niat anda yang sejak awal hanya memikirkan berapa besar komisi yang bisa anda raih dari orang yang diprospek akan dengan mudah terlihat dari cara anda bicara dan gerak-gerik anda.

Coba tanyakan aturan tata krama berbisnis kepada upline anda, pasti yang anda dapatkan cuma setumpuk brosur yang harus dibagikan bulan ini.

Continue reading ‘Mengapa Saya Tidak Suka MLM’

Hak dan Kewajiban Sebagai Fotografer

Dapat link menarik dari mailinglist. Ada tulisan fotografer jurnalis, Jason Geil, yang menerangkan apa saja yang (sebenarnya) boleh dan tidak boleh dilakukan oleh seorang fotografer, namun sering tidak dipahami. Akibat dari tidak memahami hal ini akan mempersulit kerja fotografer itu sendiri.

Iseng, saya menerjemahkan. Siapa tahu ada yang butuh, kan?

1. Mendokumentasikan Berita Langsung di Lapangan

a. Tetap tenang. Tetap prioritaskan keamanan diri sendiri sembari menyaksikan dan mendokumentasikan kejadian dan camkan bahwa anda bukanlah bagian dari kejadian itu. Tujuan anda ada di sana hanya untuk merekamnya, tidak lebih.

b. Jika seseorang meminta pertolongan kepada anda, bukannya kepada orang lain, maka sudah menjadi kewajiban anda untuk menolongnya. Matikan kamera dan panggil bantuan dari pihak berwenang.
Continue reading ‘Hak dan Kewajiban Sebagai Fotografer’

Wikipedia For Free?

Saya lupa menulis ini di blog: belakangan ada fenomena penulis atau wartawan yang senang menyalin isi wikipedia untuk tambahan referensi. Salahkah? Tidak, tidak salah.. Wikipedia memang dimaksudkan untuk menjadi sumber informasi cepat. Di luar masalah keterpercayaan, Wikipedia mempersilakan siapa sajauntuk menyalin isinya tanpa harus minta izin atau membayar. It’s free!

Yang menjadi keluhan wikipediawan adalah seringkali mereka tidak bertindak jujur dalam mengolahnya. Misalnya mencomot gambar, tapi tidak punya niat baik untuk memberi credit, setidaknya kepada Wikipedia (jangankan untuk menulis nama fotografer aslinya). Ada pula yang malah menambahkan namanya sendiri sebagai fotografer, tanpa rasa malu.

Padahal saya yakin, mereka wartawan-wartawan terhormat yang tentunya sudah lulus dari pendidikan tinggi yang baik. Setidaknya mereka harusnya sudah diberi penjelasan bagaimana caranya mengutip dan menghargai sumber-sumber informasi. Kalau sampai berbuat hal tidak jujur begitu, apa bedanya mereka dengan penulis amatiran biasa?

Continue reading ‘Wikipedia For Free?’

It Had to Be You

Why do I do, just as you say,
why must I just, give you your way
Why do I sigh,
why don’t I try - to forget

It must have been,
something lovers call fate
Kept me saying: “I have to wait”
I saw them all,
just couldn’t fall - ’til we met

It had to be you,
it had to be you
I wandered around,
and finally found - the somebody who
Could make me be true, could make me be blue
And even be glad, just to be sad - thinking of you

Some others I’ve seen,
might never be mean
might never be cross,
or try to be boss, but they wouldn’t do
For nobody else, gave me a thrill
- with all your faults, I love you still

It had to be you,
wonderful you,
it had to be you

It Had to Be You
Frank Sinatra

*lagu ini cocoknya dengerinnya malem-malem, kalau lagi kangen seseorang.