Hoax RCTI?

Pekerja berita di Seputar Indonesia, RCTI tampaknya menjadi korban keisengan forward email dari pengguna internet. Tanggal 30 Juli 2008 muncul berita yang menginformasikan bahaya menggunakan ulang kemasan plastik yang biasa digunakan untuk makanan dan minuman, lengkap dengan penjelasan grade-grade jenis plastik dan bahayanya. Anehnya berita ini tidak jelas dari mana sumbernya, dan pakar mana yang bisa mengkonfirmasi bahayanya (kok bisa-bisanya lolos sebagai berita?!)

Saya tersenyum, padahal berita ini sudah berbulan-bulan lalu dikonfiormasi ke-hoax-annya oleh banyak blogger dan pengguna forum. Saya sendiri pernah menulis di blog lama.

Omong-omong soal grade plastik, itu sebenarnya bukan tingkat bahaya, tapi sekedar penanda bagi pendaur ulang agar tidak mencampur-aduk semua jenis plastik. Sebab plastik sendiri berbeda-beda bahan dan cara pembuatannya, sehingga berbeda pula cara pendaurannya. Seharusnya informasi ini dengan mudah dicari di internet, wikipedia sudah memiliki artikelnya (yang berarti wartawan-wartawan itu seharusnya tidak tertipu oleh hoax ini, wong wikipedia itu kalau disearch pake google biasanya muncul paling atas, kok).

Silakan baca artikel resin identitification di Wikipedia kalau tidak percaya.

1. PET thingy

PET sudah lama menjadi target pembuat hoax. Banyak situs sudah mengkonfirmasinya sebagai berita bohong. Kemungkinan kabar ini dimulai oleh penelitian oleh beberapa mahasiswa yang kemudian diklaim sebagai hasil yang akurat. Perhatikan pula bahwa FDA sudah menyatakan bahwa botol PET tidak dilarang untuk diisi ulang (silakan baca bagian referensi dari artikel tersebut.

Mungkin ini sedikit tidak netral, tapi ada sedikit quote dari situs produsen resin PET yang menyatakan antimoni trioksida yang ditakutkan di dalam ikatan kimia botol PET tidak membahayakan kesehatan:

The antimony used as a catalyst in producing PET (from antimony trioxide or ATO) is chemically bound into the PET polymer so very little migrates under conditions of use. Thus, there is no health risk from the migration of antimony from PET. The levels of antimony in water before and after being packaged in PET are well below the safe limits established by various regulatory agencies around the world. Extensive testing of PET and the antimony catalysts used in producing PET has consistently found both to be of very low toxicity and safe for their intended uses. The use of antimony as a catalyst for manufacture of PET has been evaluated by the FDA as part of the FDA process for regulation of food packaging materials and has also been evaluated by agencies including Health Canada and the European Food Safety Authority.

Oh ya, sekali lagi, mungkin wartawan itu sebaiknya membaca kalau di Indonesia pernah dicoba mensterilkan air minum dengan cara menjemur air di dalam botol PET. Jadi darimana datangnya informasi tidak sehat seperti itu?

2. Tentang Karsinogennya Botol dengan Nomor 1-5

Tidak perlu panjang-panjang. Email berantai ini sudah dinyatak hoax di situs Plastic Myth Buster. Ada pula keterangan yang benar mengenai nomor-nomor yang tertera di plastik dan cara membacanya.

3. DEHA dan Bisphenol-A

Beberapa situs saya lihat menyatakan bahwa isu DEHA bermigrasi dari botol plastik ke minuman tampaknya disebabkan adanya penelitian seorang mahasiswa yang diterbitkan sebelum diuji kebenarannya. Silakan baca tulisan di website skeptoid ini.

Bisphenol-A memang berbahaya, tapi bahaya bahan ini yang kita terima dari plastik masih dalam pengujian. Jadi bahaya atau tidaknya plastik masih belum ditentukan dari hal ini.

Bahkan jika memang mengkontaminasi air, DEHA tidak diklasifikasikan sebagai bahan karsinogen.

4. Panas dan Plastik

Panas tidak ada hubungannya dengan nomor plastik. Seharusnya peringatannya berbunyi seperti ini: Jika ingin menggunakan plasik untuk memasak di microwave, gunakan plastik dengan tulisan “Microwave Safe”, bukannya mengklasifikasikan nomor plastik dengan panas yang diterimanya.

8 Responses to “Hoax RCTI?”


  1. 1 Rindu

    Selamat ulang tahun RCTI ada tulisan 19 tuh di ujung TV nya :)

  2. 2 Xaliber von Reginhild

    Hiaha, ini dia. Bapak saya dibilangin ngga percaya kalau ini hoax. :P Stasiun TV lebih bisa dipercaya katanya. Padahal masih kena hoax juga ya.

    Sempat juga masalah kesehatan membahas hoax (kalo ngga salah soal mie). Makasih artikelnya, mas, seenggaknya ini meyakinkan keluarga supaya ngga paranoid. :mrgreen:

  3. 3 Xaliber von Reginhild

    Duh, maaf, maksud saya ‘majalah kesehatan’. Tapi saya lupa majalah apa. Intisari atau bukan ya? :?
    Dan soal sumber, kalo ngga salah dicantumin disitu sumbernya dari blog akuinginhijau.

  4. 4 Opan

    Gitu toh. Saya sempat kaget juga, Aqua kok pake botol plastik no. 1. Padahal menurut RCTI yang aman tuh cuma no. 4 dan 5.

  5. 5 hariadhi

    @xaliber
    terus akuinginhijau dapat informasi dari mana? :lol: milis?

    @Opan
    RCTI dah confirm di Bulettin Malam kalau bahaya botol plastik itu sebenarnya masih diperdebatkan.

    Menurut gw jauh lebih bijaksana memakai ulang botol aqua selagi bisa (reuse) karena kenyataannya penanganan sampah di Indonesia juga suka ga jelas. Kalau ga bener cara mendaur ulangnya justru itu yang bikin bahan plastik jadi berbahaya (polusi udara dan tanah apa ga bikin kanker juga?).

  6. 6 all about andrie

    ya udah met ultah aja buat RCTI, anggep hoax-nya sebagai gebrakan menjelang usia senja

  7. 7 neorhazes

    itu kemungkinan benar lho pak,
    coba bapak cek di hoax.wordpress.com…

    ada beberapa tipe yang tidak berbahaya seperti yang PET-5 ..
    yah seperti itu pak..

    btw, Wikipedia kapan kopdar lagi pak?

  8. 8 hariadhi

    Baru baca lagi di hoax.wordpress.com. Yang dinyatakan “benar dan mungkin benar” itu masalah makan timun dan kertas berklorin. Soal botol plastik di mananya?

    Kumpul wikipedia tanya Serenity atau Meursault aja :D Gw lagi ga bisa ikut begituan sementara ini .

Leave a Reply