Biasanya saya menaiki Transjakarta dengan senang hati, tapi hari ini tidak. Bus yang biasanya bersih terlihat kotor sekali, dan parahnya pendingin udara tampaknya mulai rusak sehingga air menetes ke tiga kursi sekaligus, menciptakan suasana yang sama sekali tidak nyaman bagi penumpang. Paling tidak satu kursi menjadi tidak bisa diduduki karena digenangi air. Hal ini semakin parah karena akrilik pelindung di pintu kanan-tengah retak, tinggal menunggu waktu saja untuk pecah dan mencederai orang lain.
Saya mungkin bisa mengerti bahwa pengelola armada mengalami kesulitan keuangan dengan gagalnya negosiasi kenaikan pembayaran per km dengan Pemda. Tapi mengabaikan hal-hal di atas tampaknya bukan pilihan bijak. Kursi dan lantai yang tergenang akan lapuk atau berkarat sehingga menimbulkan kerusakan baru yang lebih mahal untuk diperbaiki. Belum lagi jika harus membayar pemeliharaan kesehatan penumpang yang sewaktu-waktu bisa terkena pecahan pelindung pintu (yang letaknya tepat sejajar dengan mata, bayangkan. Mau tunggu ada yang buta dulu?).
Saya pikir ini bukan termasuk kritik, saya menulis keluhan ini karena saya tidak ingin layanan Transjakarta terus memburuk dan menimbulkan citra jelek terhadap kota Jakarta.
Apa kabar Transjakarta-Busway?
Benar banget, kita sudah bangga karena transJakarta mulai stabil. Namun kalau manajemen tidak perhatikan hal2 yang fatal itu lalu kita bangga pada layanan moda transortasi yang bagaimana lagi? l