Monthly Archive for September, 2008

Selamat oh Selamat

Selamat merayakan Idul Fitri

Argh.. tapi makna Idul Fitri itu bukanlah pesta yang harus diselamati. Ia hanya sebuah perayaan dengan Tuhan karena (beberapa dari) kita berhasil melaksanakan perintahnya sebulan suntuk dan kembali suci.

Mohon maaf lahir batin

Arghh… tapi saling memaafkan seharusnya tidak dilakukan saat Idul Fitri saja. Kapan pun kita merasa tersakiti seharusnya waktu itu lah kita memaafkan, kapan pun kita merasa menyakiti seharusnya waktu itulah kita meminta maaf.

Semoga dipanjangkan umurnya untuk meraih kesucian Ramadhan berikutnya

Argh… tapi umur hanya sebuah rahasia Tuhan. Tak ada gunanya memohonkan umur panjang bagi orang lain.

Jadi?

Continue reading ‘Selamat oh Selamat’

Telur Ide

Peringatan: Post ini belum selesai, saya akan terus update sembari mengumpulkan bahan-bahannya. Jangan heran kalau isinya tiba-tiba berubah.

Ada yang suka kartunnya Larry Gonnick? Di salah satu catatan dalam seri Kartun Peradabannya, ada pernyataan yang kira-kira berbunyi begini:

Saat sebuah ide dikeluarkan, ia bagaikan telur yang menetas. Tidak peduli jika akhirnya ide itu diperkosa beramai-ramai oleh masyarakat intelektual sampai mati muda, sebuah telur yang menetas tetaplah telur yang menetas. Atau dengan kata lain, kita tidak akan bisa memaksakan anak ayam masuk kembali ke dalam cangkangnya.

Continue reading ‘Telur Ide’

Ozzy Osbourne: Blak-Blakan

Ini gara-gara ada diskon buku murah meriah di ITC Permata Hijau. Memang buku-bukunya tidak begitu menarik. Tapi buku soal Ozzy bikin saya  penasaran, ya kapan lagi bisa iseng mendalami fosil hidup dari  kultur 70 an? Hi hi hi, pikiran iseng saya kumat.

Saya pertama kali kenal Osbourne dari MTV, sebuah reality show tentang keluarga aneh dengan gaya bicara mirip orang kebanyakan ngedrug , dan bahkan untuk gerakin tangan pun ga beres. Tapi sejauh itu saya tidak sadar kalau dia bintang besar.

Continue reading ‘Ozzy Osbourne: Blak-Blakan’

Susu China Susu

Minggu ini begitu heboh susu melamin dari Cina. Awalnya saya lebih suka memilih diam masalah begituan, tapi akhir-akhir ini malah merasa ngenes.

Masalahnya bukan apakah benar melamine itu membahayakan kesehatan atau tidak. Tapi selama ini di banyak pembicaraan dan debat, China selalu dielu-elukan sebagai negara super power baru yang katanya berhasil tanpa harus tunduk kepada Amerika Serikat. Kita juga selalu ditanamkan bahwa keberhasilan China patut ditiru, supaya kita bisa jadi bangsa besar, supaya tidak korupsi lagi, supaya tidak menjual perusahaan-perusahaan penting milik negara lagi.

Tapi andaikan satu saat Indonesia bisa besar, saya lebih suka jika kita tidak meniru China. Karena nyatanya banyak sekali kasus berbau anyir dari sana. Entah SARS, Falun Gong, hingga si melamin itu. Mungkin mereka jago membongkar korupsi, mungkin juga mereka berhasil membangun komunisme gaya baru, tapi itu tampaknya tidak membuat mereka lebih pintar memerangi pengusaha busuk, jadi setali tiga uang saja dengan Amerika.

Lalu apakah saya lebih memilih menganut liberalisme? Entahlah, mungkin saya akan memilih Indonesia jadi negara kecil-kecilan saja. Daripada harus menukar nurani dengan kejayaan semu, kan?

Skripsi yang Baik

Berhubung sekarang (seharusnya) sudah tahun terakhir saya kuliah, saya sudah diminta mengajukan topik TA. Ada dua jalur di kampus ini, bikin karya atau skripsi. Saya sadar kemampuan teknis saya ga terlalu mumpuni untuk bikin tugas yang bagus, lagipula saya penasaran ingin mencoba mengeksplorasi ide-ide baru secara teoritis. Bicara soal finansial, uang saya juga sudah habis terkuras untuk kuliah DKV IV yang lalu.

Tapi sekarang saya sedang terjebak di antara beberapa pilihan topik. Ada yang bagus, tapi akan sangat menguras waktu dan tenaga untuk mencari referensi. Ada yang biasa saja dan (lumayan) mudah, tapi mungkin tidak akan berkesan hasilnya. Ada pula yang benar-benar menyangkut teknologi, sehingga pasti akan rumit, bisa jadi malah ditolak.

Kira-kira pertimbangan apa ya, yang harus dipakai untuk memilih topik penulisan? Ada yang tahu?

Pakai Sesuai Kebutuhan, Beli Sesuai Kemampuan

Saya pikir banyak masalah dalam teknologi di negara kita adalah ketidakmampuan kita untuk memilih barang sesuai kegunaannya.

Saya pernah diceritakan seorang teman bahwa di luar negeri, mahasiswa Asia, khususnya Indonesia, sering jadi bahan tertawaan. Bukan apa-apa, masyarakat di luar sana lebih senang menggunakan telepon seluler yang memang dikhususkan untuk SMS dan telepon, dan mereka sudah cukup puas dengan itu. Maka menggunakan HP lengkap dengan fasilitas 3G dan TV akan jadi pemandangan sangat aneh jika akhirnya yang punya saja tidak bisa mengoperasikan.

Continue reading ‘Pakai Sesuai Kebutuhan, Beli Sesuai Kemampuan’

Meme

MInggu ini saya sedang menyelesaikan buku Virus Akal Budi-nya Richard Brodie.

Kalau kita perhatikan banyak sekali produk budaya kita yang terkesan mengada-ada. Dalam beberapa kasus kebiasaan-kebiasaan itu malah merusak peluang untuk hidup tentram. Tapi kenapa nyatanya budaya-budaya aneh ini bisa terlanjut?

Lalu mengapa juga tiba-tiba ada budaya tandingan yang dalam sekejap merusak budaya lama? Mengapa Coca Cola yang awalnya hanya minuman ringan biasa tiba-tiba menjadi syarat utama dalam pergaulan?

Buku Virus Akal Budi (setidaknya sejauh yang saya baca) membahas mengapa suatu “trend” budaya, atau meme, bisa terbentuk, bahkan yang paling tidak masuk akal sekalipun. Juga ada penjelasan lengkap mengapa ia bisa menyebar dengan cepat, membentuk budaya yang seolah harus kita ikuti, tidak bisa tidak.

KPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKP

Setelah cari sana cari sini akhirnya saya dapat juga tempat yang bagus untuk KP desain grafis aka desain komunikasi visual. Sebuah penerbitan yang kerenlah. Tapi untuk saat ini belum berani sebut namanya, soalnya belum mulai tanggal kerjanya.

Kenapa ga advertising, Har?

Itu juga masuk pertimbangan sebelumnya, seperti juga saya ngebet ingin nyoba web design di salah satu perusahaan game online. Advertising itu enak, penuh orang-orang kreatif dan kegiatan menyenangkan. Web design juga bisa jadi sarana eksperimentasi (berhubung saya mungkin mengajukan skripsi dengan topik web design atau bisa juga nyinggung komputer grafis).

Continue reading ‘KPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKPKP’

Protected: Pasal Gelembung

This post is password protected. To view it please enter your password below:


Lima Cara Mudah Mengubah Dunia

Hidup di dunia zaman ini begitu menyebalkan, itu betul. Dunia ini sesak, sempit, kotor, dan lusuh, itu betul. Dunia ini butuh perubahan, itu juga betul. Dunia ini butuh superhero, itu sangat-sangat betul. Tapi superhero hanya mungkin ada di komik, itu SALAH.

Siapapun bisa mengubah dunia dengan mudah. Siapapun bisa menjadi superhero yang bisa menyelamatkan dunia. Hanya dengan usaha kecil setiap orang lemah sekalipun bisa membuat dunia jauh lebih menyenangkan.
Apa saja usaha itu?