<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>in progress...</title>
	<atom:link href="http://hariadhi.com/blog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hariadhi.com/blog</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 15:49:55 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Cuma Salah Sedikit&#8230;.</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/cuma-salah-sedikit/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/cuma-salah-sedikit/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 09:31:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Terinspirasi dari tulisan Mas Firman Firdaus tentang situs parpol peserta Pemilu 2009. Saya ingin mengomentari visualisasi situs-situs tersebut.
Saya sama sekali tidak bermaksud menjelek-jelekkan parpol tertentu. Pada dasarnya semua kesalahan ini dilakukan oleh semua situs parpol. Tapi saya batasi satu parpol satu kesalahan saja, biar adil. Kalau ada parpol yang situsnya belum saya kritik, itu hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terinspirasi dari tulisan Mas Firman Firdaus tentang situs parpol peserta Pemilu 2009. Saya ingin mengomentari visualisasi situs-situs tersebut.</p>
<p>Saya sama sekali <strong>tidak bermaksud </strong>menjelek-jelekkan parpol tertentu. Pada dasarnya semua kesalahan ini dilakukan oleh semua situs parpol. Tapi saya batasi satu parpol satu kesalahan saja, biar adil. Kalau ada parpol yang situsnya belum saya kritik, itu hanya kebetulan saja, karena daftarnya saya ambil dari <a href="http://daus.trala.la/2008/11/08/menilai-parpol-dari-desain-webnya/">blog tetangga ini</a> <a href="http://www.hdn.or.id/index.php/research/2008/daftar-situs-partai-partai-pemilu-2009">dan ini</a>. Kalau ada yang mau menyumbang link ke situs papol lain saya ucapkan terima kasih banyak :D.</p>
<p><span id="more-165"></span>Jadi anggaplah saya membantu mereka menemukan kesalahan-kesalahan kecil itu, supaya segera diperbaiki. Bukannya ingin mempecundangi.</p>
<p><a href="http://pusat.golkar.or.id/"><strong>1. GOLKAR</strong></a></p>
<p>Entah apa yang salah saat desainernya memberi logo di header situs tersebut, sehingga berkotak-kotak seperti ini:</p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikgolkar.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-168" title="kritikgolkar" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikgolkar.jpg" alt="" width="450" height="284" /></a></p>
<p>Perkiraaan saya, ada kecerobohan saat desainernya mendesain header itu di Flash, sehingga menu di sebelah kiri tidak ditaruh di layer paling atas. Sepertinya juga ada ketidakkompakan warna kuning header dengan warna kuning logo. Mungkin tim kreatif mereka harus membaca lagi Graphic Standard Manual logo Golkar, warna kuning mana yang sebenarnya dipakai.</p>
<p><a href="http://www.pdi-perjuangan.or.id/"><strong>2. PDIP</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpdip.jpg"><img title="kritikpdip" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpdip.jpg" alt="" /></a></p>
<p>Walaupun saya tidak mendukung partai manapun dalam Pemilu ini, situs PDIP menurut saya paling enak dilihat karena mereka berhasil mengaplikasikan satu tema utuh: hitam dan merah tua. Sayang banner di sebelah kiri bawah terlihat pecah dan rusak warnanya.</p>
<p>Perkiraan saya, desainernya agak ceroboh memaksakan kompresi GIF kepada gambar yang sebenarnya fullcolor (ada foto di dalamnya). Memang hasilnya ukuran file jadi kecil dan mudah didownload, tapi kualitas gambarnya jadi rusak. Perhatikan bagaimana garis di angka 28 terlihat patah, tidak mulus lagi.</p>
<p><a href="http://www.demokrat.or.id/"><strong>3. Demokrat</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikdemokrat.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-166" title="kritikdemokrat" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikdemokrat.jpg" alt="" width="450" height="233" /></a></p>
<p>Kontras dengan semboyan nasionalisme-beragamanya, menurut saya Partai Demokrat melakukan kesalahan yang agak fatal, yaitu memajang bendera sembarangan. Sembarangan maksud saya adalah dalam keadaan tidak rapi, lecek, banyak lipatannya. Padahal kalau memang merasa nasionalis, tentu mereka menyajikan bendera itu dalam keadaan rapi. Jadi setrika dulu dong, Pak&#8230;</p>
<p><a href="http://www.partaigerindra.or.id/"><strong>4. GERINDRA</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikgerindra.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-167" title="kritikgerindra" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikgerindra.jpg" alt="" width="450" height="197" /></a></p>
<p>Gerindra termasuk yang hobi memodifikasi logonya sendiri, entah diembos, diberi kilatan cahaya, atau dibikin tiga dimensi. Tentu saja itu hak mereka sebagai pemilik logo. Tapi sayangnya kebiasaan ini terbawa-bawa saat mereka mencantumkan logo organisasi lain. Saya tidak yakin apakah mereka diberi izin untuk menyingkat nama Departmen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI menjadi Depkumham, atau Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia menjadi Depdagri. Tapi yang parah (dan tampaknya juga sering dilakukan situs parpol lain) adalah mengganti logo KPU dengan gambar kotak suara.</p>
<p><a href="http://www.hanura.com/"><strong>5. HANURA</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikhanura.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-169" title="kritikhanura" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikhanura.jpg" alt="" width="450" height="208" /></a></p>
<p>Ceroboh dalam memperbesar gambar adalah kesalahan yang umum dilakukan desainer. Akibatnya gambar menjadi peyang atau ketarik. Tidak saja jadi tak enak dilihat, tapi efek dari perlakuan seperti ini membuat citra / logo organisasi jadi rusak (kelihatan tidak profesional). Bisa kasih tahu saya tidak, logo Hanura mana yang benar. Yang kiri atau yang kanan?</p>
<p><a href="http://www.pan.or.id/"><strong>6. PAN</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpan.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-170" title="kritikpan" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpan.jpg" alt="" width="450" height="171" /></a></p>
<p>Kebanyakan-ide-tapi-tidak-bisa-merealisasikan adalah musuh utama dalam merancang isi website. Seringkali pemimpin proyeknya kelewat bersemangat memasukkan fasilitas dan tautan ini-itu tapi malas melengkapi isinya (malah copy paste dari halaman lain). Kalau saya yang menjadi simpatisan PAN dan mengunjungi situs ini untuk mencari informasi, jelas saya kecewa berat.</p>
<p><a href="http://www.pbb-info.com/"><strong>7. PBB</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpbb.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-171" title="kritikpbb" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpbb.jpg" alt="" width="450" height="250" /></a></p>
<p>Salah ketik? Lupa mengganti caption? Ya wajar. Tapi kata wajar itu untuk ukuran website pribadi. Kalau yang dibawa adalah nama besar organisasi jelas ceritanya akan lain. kata &#8220;_USERNAME&#8221; sepertinya lupa diperbaiki saat memodifikasi script website PBB ini.</p>
<p><a href="http://www.pbr.or.id/"><strong>8. PBR</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpbr.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-172" title="kritikpbr" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpbr.jpg" alt="" width="450" height="248" /></a></p>
<p>Animasi memang menarik, siapa sih yang tidak suka kalau melihat content website ada yang bergerak-gerak? Tapi memperlakukannya jelas harus berhati-hati. Misalnya di animasi logo PBR, yang dianimasikan adalah logo dengan resolusi kecil. Akibatnya saat diperbesar hasilnya menjadi pecah (jagged/pixelated). Seharusnya yang dipakai sebagai sumber adalah logo dengan rosulusi besar atau file vektornya sekalian.</p>
<p><a href="http://www.dpp-pkb.org/"><strong>9. PKB</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpkb.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-173" title="kritikpkb" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpkb.jpg" alt="" width="450" height="198" /></a></p>
<p>Bahasa Inggris sampai sekarang masih dianggap sebagai salah satu cara membangun citra. Orang yang memakai istilah serapan dari Bahasa Inggris memang akan terlihat keren, intelek, dan formal. Tapi ada yang sering tidak disadari pemimpin kita, yaitu tidak ada yang lebih terlihat kampungan daripada mengeja bahasa Inggris dengan salah! Jadi cek kamus dulu dong, Bos&#8230;.</p>
<p><a href="http://www.pks.or.id"><strong>10. PKS</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpks.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-174" title="kritikpks" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpks.jpg" alt="" width="450" height="300" /></a></p>
<p>Secara visual PKS adalah situs favorit kedua saya. Temanya jelas, hitam kuning putih. Tapi seperti juga kesalahan yang dilakukan PAN, situs ini terlihat tidak siap. Padahal Pemilu kurang dari 1 tahun lagi. Anehnya lagi yang tidak siap itu justru di bagian yang sangat penting: kontak partai.</p>
<p>Jadi kalau saya pengen <span style="text-decoration: line-through;">nyumbang</span> nelpon, ke mana nih, Pak Ustadz?</p>
<p><a href="http://www.partaidamaisejahtera.com/"><strong>11. PDS</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpds.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-176" title="kritikpds" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpds.jpg" alt="" width="450" height="214" /></a></p>
<p>PDS melakukan kesalahan yang sama seperti HANURA. Bedanya adalah mereka tidak seceroboh itu melakukannya dengan logo sendiri. Tapi tetap saja gambar yang diperbesar/diperkecil dengan tidak proporsional membuat tampilan situs terlihat acak-acakan. Perhatikan juga bagaimana gambar di situs PDS terlihat terkotak-kotak karena dipaksa diperbesar melebihi resolusi monitor (70-90dpi).</p>
<p><a href="http://www.ppp.or.id/"><strong>12. PPP</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikppp.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-177" title="kritikppp" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikppp.jpg" alt="" width="450" height="280" /></a></p>
<p>Ini mungkin kesalahan ketik biasa, dan kalau saya kritik pasti jatuh-jatuhnya ke arah rasis. Tapi apa boleh buat. Kesalahan mengeja huruf F dan V menjadi P sering jadi bahan olok-olokan orang Indonesia. Jadi sebaiknya situs PPP secepatnya memperbaiki yang satu ini <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://www.pkpb.net/"><strong>13. PKPB</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpkpb.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-178" title="kritikpkpb" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpkpb.jpg" alt="" width="450" height="226" /></a></p>
<p>Kesalahan umum dalam menerapkan transparansi terhadap gambar adalah sembarangan memilih matte (warna yang akan diterjemahkan sebagai transparan). Salah-salah efeknya malah seperti ini, bendera robek yang berkibar-kibar. Mungkin PKPB perlu mempertimbangkan untuk memperbaiki animasi ini sebelum berani membawa akronim &#8220;Peduli Bangsa&#8221; di nama organisasinya.</p>
<p><a href="http://partai-ppi.com/i"><strong>14. PPPI</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpppi.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-179" title="kritikpppi" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpppi.jpg" alt="" width="450" height="281" /></a></p>
<p>Saya tidak mengerti mengapa bapak-bapak dari organisasi buruh dan pengusaha ini begitu menyenangi font warna merah padam di atas biru. Sejauh yang saya pelajari, pilihan warna seperti ini malah mempersulit orang yang ingin membaca (kontrasnya sangat jelek). Sebenarnya tanpa perlu dianimasikan pun, pilihan warna seperti ini akan memberi ilusi bergoyang. Nah, bayangkan kalau tulisan itu diputar-putar 360 derajat&#8230;..</p>
<p>Hal yang sama akan terjadi kalau kita nekat mengkombinasikan font kuning dengan latar putih atau abu-abu di atas kuning.</p>
<p><a href="http://www.partaibarnas.org/"><strong>15. Barisan Nasional</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikbarnas.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-180" title="kritikbarnas" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikbarnas.jpg" alt="" width="450" height="242" /></a></p>
<p>Kesalahan yang sebenarnya tidak perlu terjadi bila memahami metoda kompresi GIF. Di Adobe Photoshop atau Corel sebenarnya ada pilihan palette adaptive/selective yang akan menyesuaikan diri persis dengan warna yang kita pilih. jadi komputer tidak kebingungan dengan warna-warna gambarnya.</p>
<p>Kalau warnanya pecah begini bagaimana bisa menjadi acuan bagi pengurus daerah untuk membuat atribut partai?<br />
<a href="http://www.partai-kedaulatan.org"><strong>16. Partai Kedaulatan</strong></a></p>
<p><a href="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpk.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-181" title="kritikpk" src="http://hariadhi.com/blog/wp-content/uploads/2008/11/kritikpk.jpg" alt="" width="450" height="225" /></a></p>
<p>Ga tau harus komen apa terhadap website belum jadi seperti ini <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/cuma-salah-sedikit/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bertarung Ide</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/bertarung-ide/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/bertarung-ide/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2008 08:40:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin saya harus menulis lagi tentang internet, tempat yang membebaskan kita untuk mengeluarkan ide-ide. Banyak yang hebat dan brilian, tapi ada pula yang tidak masuk akal.
Tapi setidak-masuk-akal apapun sebuah ide, ia harus dibiarkan berkembang. Seperti saat kita keberatan dengan tindakan sensor di internet, maka kita pun harus menghormati saat ada satu orang pengguna internet yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin saya harus menulis lagi tentang internet, tempat yang membebaskan kita untuk mengeluarkan ide-ide. Banyak yang hebat dan brilian, tapi ada pula yang tidak masuk akal.</p>
<p>Tapi setidak-masuk-akal apapun sebuah ide, ia harus dibiarkan berkembang. Seperti saat kita keberatan dengan tindakan sensor di internet, maka kita pun harus menghormati saat ada satu orang pengguna internet yang menyatakan harusnya internet itu lebih terkendali agar lebih mashalat bagi orang banyak. Atau mungkin bila kita mengecam tindakan terorisme, sebenarnya kita melepas hak untuk melarang orang-orang membuat situs jihad, membuat bom, dan sebagainya. Tidak ada gunanya mengecam pendapat seperti ini karena itu berarti kita memunculkan paradoks bagi pendapat kita tentang kebebasan.</p>
<p><span id="more-164"></span>Bicara soal ide, saya lebih senang memisalkan yang terjadi dalam dunia desain. Di dunia ini kreativitas sangat dekat kepada perjudian. Hasilnya bisa saja mendobrak pemikiran yang biasa-biasa saja. Tapi kita tidak bisa menyalahkan kalau sebuah produk kreatif terlihat amburadul, tidak bisa dimanfaatkan. Karena seperti itulah cara kerjanya, trial-error dalam waktu yang lama tanpa kenal lelah. Bisa saja produk itu terlihat amburadul sekarang, tapi meledak di pasaran beberapa tahun lagi.</p>
<p>Kalau kita mulai berpikir untuk membuat aturan-aturan baku dalam kreativitas, alamak jangan pernah berharap di zaman ini kita menemukan IPOD, U Tube, Wordpress, atau Laptop. Karena produk-produk itu berasal dari spekulasi terhadap cara hidup di masa yang akan datang. Produk-produk seperti ini pasti awalnya akan banyak ditentang oleh para ahli, karena tidak sesuai dengan kehidupan kita di zaman itu.</p>
<p>Seperti itulah ide dan kreativitas, dia dimulai saat seorang Darwin mengumpulkan berbagai makhluk dari perjalanannya ke berbagai tempat di dunia. Ia mungkin hanya memulai dari sebuah spekulasi yang akan ditertawakan seluruh ahli biologi dunia. Dalam tidurnya pun ia akan diliputi keragu-raguan apakah teorinya sudah di jalan yang benar atau belum. Setelah ia terkenal dan mati pun teorinya tentang revolusi selalu memunculkan kontroversi, digugat di sana-sini.</p>
<p>Tapi siapa yang bisa membantah kalau tulisannya yang sampai sekarang masih pincang ternyata bisa membantu kita dalam menjelaskan kehidupan, melakukan rekayasa biogenetik, hingga melakukan transplantasi untuk menyelamatkan jiwa manusia?</p>
<p>Kesombongan para ahli adalah menetapkan apa yang mungkin dan tidak mungkin. Kita lupa bahwa ilmu hanya bisa menjelaskan apa yang <strong>sudah </strong>terjadi, karena ia dibangun dengan fakta-fakta. Saat kita berusaha membatasi sebuah ide dengan ilmu, entah ilmu tatakrama, sosial, agama, atau bahkan sains, maka kita sudah melenyapkan kemungkinan untuk maju. Karena ide berhubungan dengan masa depan, sementara ilmu didukung hanya dengan temuan di masa lalu, atau paling cepat di masa sekarang.</p>
<p>Jadi kalau di internet begitu banyak tulisan yang ganjil, mengapa harus heran? Seperti yang sudah pernah saya tulis (lagi), Internet hanya sebuah media tempat kita memalsukan identitas. Mungkin terdengar buruk, tapi justru dengan kepalsuan identitas itulah kita bisa membangun begitu banyak ide tanpa harus diikat oleh status kita sebagai makhluk di dunia nyata.</p>
<p>Bisa saja saya yang lelaki ini berusaha tampil sebagai perempuan untuk bisa memahami bagaimana perasaan perempuan yang sering dilecehkan saat chatting, misalnya. Lalu apa yang salah dengan itu? Bisa saja saya tiba-tiba kepengen jadi mujahidin, lalu saya bikin halaman tentang cara merakit bom. Lalu apa yang salah dengan itu? Kebodohan dimiliki oleh orang yang percaya begitu saja dengan apa yang saya tulis. Siapa suruh mereka ngikut tanpa mempertimbangkan hati nurani. Lalu mengapa yang disalahkan adalah saya? Yang saya telurkan itu kan sekedar ide.</p>
<p>Intinya begini, kalau kita merasa tidak setuju dengan isu-isu yang berkembang di internet, menagapa harus bersusah-payah mencaci pembuatnya? Toh semua orang sudah bebas memiliki website sendiri, komunitas sendiri, forum sendiri, bahkan blog sendiri. Jika merasa punya ide yang bertentangan, maka buatlah supaya ide sampeyan itu bisa jauh lebih populer daripada tokoh yang sampeyan benci itu. Kalau malas membuat blog sendiri, maka diamlah di rumah, tidak usah mengakses internet biar yang jelek-jelek di internet itu tidak menular kepada sampeyan.</p>
<p>Bukan begitu? Apa saya salah?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/bertarung-ide/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>oh, fuck&#8230;</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/oh-fuck/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/oh-fuck/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 11:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[
 
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/AUaWCcDlI5s&#038;hl=en&#038;fs=1"></param><param name="allowFullScreen" value="true"></param><param name="allowscriptaccess" value="always"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/AUaWCcDlI5s&#038;hl=en&#038;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="425" height="344"></embed></object><br />
 <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/oh-fuck/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pra-Skripsi</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/pra-skripsi/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/pra-skripsi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 07:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=161</guid>
		<description><![CDATA[Setelah memberanikan diri melepas Kerja Praktik, sekarang saya memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan bahan-bahan skripsi. Memang sih sejatinya tidak bisa mengambil sidang skripsi sebelum menyelesaikan Kerja Praktik, tapi pengumpulan bahan dan pengajuan proposalnya sudah bisa dilakukan di mata kuliah DKV V.
Skripsi yang saya ajukan sebenarnya hanya sebuah pembenaran untuk bisa jalan-jalan. Hehehehehe. Boleh dong? [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah memberanikan diri melepas Kerja Praktik, sekarang saya memiliki lebih banyak waktu untuk mempersiapkan bahan-bahan skripsi. Memang sih sejatinya tidak bisa mengambil sidang skripsi sebelum menyelesaikan Kerja Praktik, tapi pengumpulan bahan dan pengajuan proposalnya sudah bisa dilakukan di mata kuliah DKV V.</p>
<p>Skripsi yang saya ajukan sebenarnya hanya sebuah pembenaran untuk bisa jalan-jalan. Hehehehehe. Boleh dong? Selama 3 tahun saya membanting tulang demi jatah SKS yang overdosis. Saatnya saya menikmati kuliah di masa-masa akhir. Sambil mengumpulkan data-data ilmiah, saya bisa sekalian jalan-jalan ke banyak objek wisata menarik.</p>
<p><span id="more-161"></span>Sebenarnya ada alternatif lain, yaitu mengarah ke bahasan digital grafis. Saya mencoba menelusuri aplikasi desain dua pelat warna ke dalam desain web atau bisa pula topik lain tentang grafik fraktal. Dua tema terakhir ini juga menyenangkan dan menantang. Tapi toh semua hanya pilihan. Dosen saya lebih tertarik kepada tema satunya.</p>
<p>Judul skripsinya? Masih mentah, tapi kira-kira akan berkisar kepada Tipografi Peninggalan Zaman Kolonial Belanda Periode Nasionalisme.</p>
<p>Mengapa harus topik seperti itu? Tidak ada yang lebih ruwet apa?</p>
<p>Sebenarnya ini masih berhubungan dengan Kerja Praktik yang dibatalkan itu. Di perusahaan tempat saya magang, ada banyak sekali buku yang membahas Indonesia dengan tema masa penjajahan, entah dalam bentuk sastra, memoar, atau penelitian sejarah.</p>
<p>Semua buku itu menarik, dan saya pikir akan lebih menarik lagi jika desainnya nyambung dengan isinya. Nah salah satu elemen penting dalam desain adalah seni penataan huruf, alias tipografi. Di Indonesia ini jamak ditemukan pengolahan tipografi yang tidak sesuai dengan ide awal, sehingga pembacanya sering clueless dengan isi bukunya (atau sebenarnya tidak peduli?)</p>
<p>Oh ya! Yang membuat saya lebih tertarik lagi untuk meneliti adalah adanya rencana ambisius PEMDA Jakarta untuk merevitalisasi Kota Tua Jakarta menjadi sarana wisata bertema sejarah.</p>
<p>Revitalisasi ini bisa berarti baik, atau malah sebaliknya mencelakakan. Baik karena dengan demikian akan ada lebih banyak anggaran untuk merawat gedung-gedung tua, dan warga kota diajarkan untuk lebih bertanggungjawab memelihara fasilitas kotanya. Tapi bisa jadi jelek, karena seperti biasanya perilaku orang Indonesia yang suka main tebas. Sudah pasti gedung-gedung itu akan direnovasi, atau paling tidak didandani kembali. Nah, proses pendandanan yang tidak dilakukan dengan bijaksana, mempertimbangkan desain asli bangunan tentu akan merusak suasana klasik itu sendiri. Bisa dibayangkan, kan? Kalau misalnya tulian Guvernourskantoor di Museum Fatahillah itu tiba-tiba hurufnya diganti Helvetica?</p>
<p>Tanggung jawab saya sebagai peneliti adalah mengumpulkan dan menganalisa fakta-fakta Tipografi di balik heningnya gedung tua itu, mumpung belum sepenuhnya dibongkar. Bisa saja yang saya dapatkan adalah pemilihan jenis hurufnya, pengaturan spasi dan kerning, modifikasi glyph, penggunaan ligature, dan banyak lainnya. Yah sukur-sukur kalau ada pihak yang tertarik membantu penelitian ini, mungkin pemerintah, LSM, perwakilan budaya luar negeri, atau mungkin perseorangan. Tapi kalaupun tidak ada ya saya pikir nantinya bisa saja jadi bahan untuk membuat buku. Buku mengenai tipografi masih jarang-jarang kan, di Indonesia?</p>
<p>Omong-omong lagi, semua ini baru sampai taraf angan-angan. Untuk menyusun skripsi sepeti ini jelas saya akan butuh referensi yang bagus. Jadi saya akan sangat berterima kaih kalau ada yang mau meminjamkan saya buku apa aja tentang sejarah Hindia Belanda di zaman nasionlisme. Entah itu catatan sejarah, koleksi foto, atau mungkin saja sejarah desain. Pinjam pun tak apa-apa, atau bahkan sekedar memberi daftar judul yang bisa dibaca pun saya sudah sangat girang.</p>
<p> <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/pra-skripsi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Teror</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/teror/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/teror/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Nov 2008 15:12:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Teror mungkin sudah ada sejak zamannya assasin. Panglima militer atau pejabat dibunuh dengan keji di depan umum supaya semua anak buahnya kecut. Teror juga bisa jadi dimulai waktu Ninja bisa manggil malaikat maut tanpa ada tanda-tanda. Atau bisa jadi sudah dimulai sejak prajurit China senang menyembelih dirinya sendiri dalam memulai perang.
Teror juga bisa jadi dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Teror mungkin sudah ada sejak zamannya assasin. Panglima militer atau pejabat dibunuh dengan keji di depan umum supaya semua anak buahnya kecut. Teror juga bisa jadi dimulai waktu Ninja bisa manggil malaikat maut tanpa ada tanda-tanda. Atau bisa jadi sudah dimulai sejak prajurit China senang menyembelih dirinya sendiri dalam memulai perang.</p>
<p>Teror juga bisa jadi dengan meracuni satu dari sekian banyak sumur warga. Cukup satu, dan seisi kota akan mati kehausan karena rasa horor dari keracunan.</p>
<p>Teror juga bisa dilakukan dengan bikin hukum yang aneh-aneh, sehingga warga mati kelaparan karena untuk keluar rumah cari makan saja banyak ancamannya.</p>
<p>Teror bisa dimiliki minoritas militan, bisa pula dilakukan penguasa lalim. Seorang Caligula bisa membuat seluruh warganya mati ketakutan melihat istrinya sendiri diperkosa atas kepentingan negara. Bisa pula dilakukan oleh Ivan The Terrible, yang bikin tak seorang pun di sekitarnya berani bersuara. Atau mungkin Pol Pot, yang membawa-bawa alasan perubahan hanya untuk mengubah satu generasi menjadi gunung menyeramkan.</p>
<p>Teror bisa dilakukan oleh orangtua kepada anaknya, manakala ia memaksakan semua pengalaman hidup hanya karena merasa lebih dulu lahir. Teror bisa dilakukan seorang teman kepada temannya, manakala ia mengucilkan hanya karena masalah perbedaan. Seorang anak kecil pun bisa bikin teror, saat keusilannya memainkan korek api bisa bikin seisi rumah kebakaran.</p>
<p>Teror bisa menyenangkan untuk orang yang berkepentingan dengannya, dan bisa menjadi momok bagi sasarannya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/teror/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Ada Saatnya Kita Mengaku Kalah</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/ada-saatnya-kita-mengaku-kalah/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/ada-saatnya-kita-mengaku-kalah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2008 15:19:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya saya sudah dapat tempat Kerja Praktek yang enak. Suasana kantornya bebas dan menyenangkan. Ini tempat idaman semua desainer, saya pikir. 
Namun apa boleh buat, yang menjadi masalah saat ini adalah kuliah saya yang sama sekali tidak bisa ditawar. Dosennya menuntut kerjasama tim dan sekaligus mempersiapkan bahan skripsi. Jadi yang tersisa saat saya ngantor hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenarnya saya sudah dapat tempat Kerja Praktek yang enak. Suasana kantornya bebas dan menyenangkan. Ini tempat idaman semua desainer, saya pikir. </p>
<p>Namun apa boleh buat, yang menjadi masalah saat ini adalah kuliah saya yang sama sekali tidak bisa ditawar. Dosennya menuntut kerjasama tim dan sekaligus mempersiapkan bahan skripsi. Jadi yang tersisa saat saya ngantor hanya perasaan letih dan pikiran bercabang. Tentu itu tidak bagus bagi perusahaan sendiri, akhirnya saya hanya makan gaji buta.</p>
<p>Bagaimanapun kantor tempat saya KP sudah memberi saya banyak keringanan. Tapi sepertinya tuntutan kuliah tidak pernah cukup, hingga akhirnya saya mengalami masa tidak sehat. Dalam seminggu sudah tiga kali demam, tidur hanya 4 jam sehari, hingga beberapa kali nyaris kecelakaan karena melamun.</p>
<p>Jadi tadi saya memberanikan diri untuk mengibarkan bendera putih. Tidak ada baiknya bagi saya ataupun perusahaan jika memaksa bekerja seperti ini. Adanya saya malah terus-terusan membuat repot.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/ada-saatnya-kita-mengaku-kalah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tutup Blog?</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/tutup-blog/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/tutup-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 23:47:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Masa host blog ini akan habis tanggal 10. Rasanya saya sudah tidak bersemangat untuk memperpanjangnya lagi. Entahlah, belakangan saya merasa kehilangan inspirasi untuk menulis hal-hal menarik. Secara pribadi kehidupan saya kacau.
Mungkin memang seperti yang saya baca di blog lain, euforia ngeblog sudah pudar. Saatnya yang benar-benar bagus bertahan, mirip seleksi alam. 
Jadi apa saya harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Masa host blog ini akan habis tanggal 10. Rasanya saya sudah tidak bersemangat untuk memperpanjangnya lagi. Entahlah, belakangan saya merasa kehilangan inspirasi untuk menulis hal-hal menarik. Secara pribadi kehidupan saya kacau.</p>
<p>Mungkin memang seperti yang saya baca di blog lain, euforia ngeblog sudah pudar. Saatnya yang benar-benar bagus bertahan, mirip seleksi alam. </p>
<p>Jadi apa saya harus tutup saja, ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/tutup-blog/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dark Eyes</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/iseng/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/iseng/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 17:05:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=157</guid>
		<description><![CDATA[Dapat mainan dari blognya mas Amed
RULES:
1. Put Your itunes, windows media player, winamp etc on Shuffle
2. For each question, press the next button to get your answer.
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS
4. Put any comments in brackets after the song name
5. Tag some lucky people to spread [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dapat mainan dari blognya mas <a href="http://amed.wordpress.com/2008/09/20/watching-xanadu/">Amed</a></p>
<p>RULES:<br />
1. Put Your itunes, windows media player, winamp etc on Shuffle<br />
2. For each question, press the next button to get your answer.<br />
3. YOU MUST WRITE THAT SONG NAME DOWN NO MATTER HOW SILLY IT SOUNDS<br />
4. Put any comments in brackets after the song name<br />
5. Tag some lucky people to spread the disease</p>
<p><span id="more-157"></span><br />
<strong>1. If someone says “is this okay?” you say..<br />
</strong>No Reply (Beatles).<br />
<em>Iya, belakangan ini saya sering merasa dibohongi. <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> kenapa ga bisa fair-fairan aja si?</em></p>
<p><strong>2. How would you describe yourself?<br />
</strong>Creep (Radiohead)<br />
<em>Stress berattttt, merasa depresi, jadi orang yang ga mutu, sad sad sad. I wish I was special.</em></p>
<p><strong>3. What do you like in a guy/girl?<br />
</strong>Wonderful (Ja Rule)<br />
<em>Hahahaha&#8230; lagi senang gombal-gombalan</em></p>
<p><strong>4. How do you feel today?<br />
</strong>New Snow - M Ruff<br />
<em>Ehm, emang lagi butuh kesempatan kedua. Lagi banyak bikin keputusan salah, bingung cara memperbaikinya.</em></p>
<p><strong>5. What is your life’s purpose?<br />
</strong>Sweet for My Sweet (CJ Lewis)<br />
<em>Sebenarnya bukan ini sih. Tapi asik juga lah, sekali-sekali jadi orang aneh. Menghibur diri sebenarnya. hehehe</em></p>
<p><strong>6. What is your motto?</strong><br />
Piece of Cake<br />
<em>Hahahahaha, emang pengen menyederhanakan hal-hal rumit. Itu kerjaan yang kelihatannya sepele tapi efeknya besar.<br />
</em></p>
<p><strong>7. What do your friends think of you?<br />
</strong>If I Fell in Love with You<em><br />
Melankolis? masa si?</em><br />
<strong><br />
8. What do you think of your parents?</strong><br />
Tears of Rain<br />
<em>Ah, lagu ini kedengarannya relaks. Emang omongan orangtua gw saat ini selalu meringankan banyak masalah.<br />
</em><strong><br />
9. What do you think about very often?</strong><br />
Let&#8217;s Wait A While - Janet Jackson<br />
Errr.. dulunya sih memang gw orang yang buru-buru dalam banyak hal, including love. Sekarang pun kayanya banyak bikin masalah karena gw ceroboh. <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_neutral.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> Kebiasaan jelek<br />
 <strong><br />
10. What is 2 + 2?</strong><br />
Thank You - Bleach (?)<br />
<em>Hahahahaha ga ngerti isi lagu ini. Tapi kayanya nyambung, lagi males mikirin yang rumit-rumit.</em></p>
<p><strong>11. What do you think of your best friends?<br />
</strong>The Best of What&#8217;s Around<em><br />
Sayangnya sedang banyak yang menghilang <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> I feel so lonely right now.</em></p>
<p><strong>12. What do you think of the person you like?</strong><br />
Hari Mulia-Sheila Madjid<br />
<em>WTF? kayanya ini dari folder mp3 yang isinya lagu-lagu aneh.<br />
</em><br />
<strong><br />
13. What is your life story?</strong><br />
Tommorow-Annie<br />
<em>Yeah&#8230; penuh optimisme, mengandalkan intuisi, tapi akhirnya suka kejebak sendiri. Akhir-akhir ini jadi agak pesimis sih.</em></p>
<p><strong>14. What do you want to be when you grow up?<br />
</strong>Till There was You - Beatles<br />
<em>Eh lucu, bisa menyadari hal-hal sepele tapi indah dalam hidup</em><br />
<strong><br />
15. What do you think of when you see the person you like?</strong><br />
Tegar - Rossa<br />
<em>Woeh cocok. Lagi butuh dukungan dari pasangan. Rangkul aku dalam bahagiamu, kuingin selamanya berdua. Dalam kelemahan hati ini, aku tegar&#8230;. (cie)<br />
</em></p>
<p><strong>16. What will u dance to at ur wedding?<br />
</strong>Andai - GIGI<br />
<em>Walah.. ga cocok. kok malah mellow si<br />
</em></p>
<p><strong>17. What will they play at your funeral?<br />
</strong>Reason<br />
<em>Erghhh&#8230; ga nyambung lagi<br />
</em><br />
<strong>18. What is your hobby/interest?<br />
</strong>Rise and Fall - Craig David<br />
<em>hAhahahahahhaa.. gw ini keledai dungu emang<br />
</em></p>
<p><strong>19. What is your biggest fear?<br />
</strong>Menangis semalam<br />
<em>Ah iya, paling males kalau diselingkuhi.</em></p>
<p><strong>20. What is your biggest secret?</strong><br />
Love You To - Beatles<em><br />
Ga ada hubungan sama liriknya, tapi emang masih penasaran untuk mendalami tema psikadelik dan oriental</em></p>
<p><strong>21. What do you think of your friends?</strong><br />
That&#8217;s Why - MLTR<br />
<em>hahahaha, andai temen gw yang satu itu dengerin lagu ini. Love is one big illusion, mah friend. Ga ada  yang perlu ditangisi kalau kita ga mampu memuaskan perasaan pasangan. Love is one big illusion.</em></p>
<p><strong>22. What will you post this as?<br />
</strong>Dark Eyes - Stan Getz<br />
<em>OK, bos.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/iseng/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memprotes dengan Kreatif</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/11/memprotes-dengan-kreatif/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/11/memprotes-dengan-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Nov 2008 14:11:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Biaya perang Irak mencapai US$ 3 triliun? Sudah banyak yang tahu. Ribuan nyawa melayang gara-gara uang itu? Sudah banyak yang tahu. Banyak yang protes gara-gara itu? Sudah banyak juga yang tahu. Tapi kalau protesnya bisa dengan cara menyindir yang kreatif, bagaimana?
Coba lihat deh situs 3 trillion ini. Di sana kita bisa memesan barang-barang virtual dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Biaya perang Irak mencapai US$ 3 triliun? Sudah banyak yang tahu. Ribuan nyawa melayang gara-gara uang itu? Sudah banyak yang tahu. Banyak yang protes gara-gara itu? Sudah banyak juga yang tahu. Tapi kalau protesnya bisa dengan cara menyindir yang kreatif, bagaimana?</p>
<p>Coba lihat deh <a href="http://3trillion.org/">situs 3 trillion ini</a>. Di sana kita bisa memesan barang-barang virtual dengan budget $US 3 triliun, setara dengan cek kosong yang diberikan kepada pemerintahan Bush untuk membiayai perang Amerika-Irak.</p>
<p>Barangnya bisa yang mengandung pesan sosial, misalnya sepotong roti untuk rakyat miskin seharga 9 dollar, yang berarti bisa dibagi-bagikan ratusan kali kepada seluruh orang di dunia.  Atau sebaliknya yang tak masuk akal, misalnya benda bernama &#8220;kredibilitas Bush dan Cheney&#8221; yang cuma seharga 3 sen. <img src='http://hariadhi.com/blog/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Uniknya ya semua benda yang mau dijual bisa kita ciptakan sendiri, atau pilih dari stok yang tersedia. Hebatnya lagi, ide kreatif ini dihargai dengan munculnya barang-barang setengah ngiklan, misalnya buku yang benar-benar bisa dipesan di Amazon. Hebat ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/11/memprotes-dengan-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Sistem Ekonomi Islam (katanya)</title>
		<link>http://hariadhi.com/blog/2008/10/sistem-ekonomi-islam-katanya/</link>
		<comments>http://hariadhi.com/blog/2008/10/sistem-ekonomi-islam-katanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 16:13:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariadhi</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariadhi.com/blog/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan ini sudah bertahun-tahun menyangkut di kepala saya. Di salah satu blog saya temukan propaganda masalah ini. Ada yang ingin saya tanyakan kepada mereka yang begitu ngotot bahwa sistem ekonomi di Indonesia ini harus diganti dengan sistem ekonomi Islam, yang (katanya) seharusnya bisa mengalahkan sistem ekonomi kita yang (katanya lagi) begitu liberal.
1. Apa yang dimaksud [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertanyaan ini sudah bertahun-tahun menyangkut di kepala saya. Di salah satu blog saya temukan propaganda masalah ini. Ada yang ingin saya tanyakan kepada mereka yang begitu ngotot bahwa sistem ekonomi di Indonesia ini harus diganti dengan sistem ekonomi Islam, yang (katanya) seharusnya bisa mengalahkan sistem ekonomi kita yang (katanya lagi) begitu liberal.</p>
<p>1. Apa yang dimaksud dengan istilah &#8220;Islam&#8221; dalam Sistem Ekonomi Islam? Islam pada masa Muhammad, atau Islam pada masa Umayyah dan seterusnya, atau Islam pada masa modern ini?</p>
<p>2. Apakah monopoli sumber daya alam oleh negara memang dipraktekkan pada masa pemerintahan Muhammad? Adakah bukti sejarah, atau paling tidak hadisnya?</p>
<p>3. Pernahkah Muhammad mengeluarkan titah penetapan harga emas, gandum, daging, kurma, atau sejenisnya? </p>
<p>4. Pernahkah Muhammad membentuk perusahaan negara dengan alasan melindungi rakyat kecil?</p>
<p>5. Pernahkah Muhammad melarang produk luar negeri (katakanlah dari Romawi, India, atau Afrika) masuk karena takut merugikan pengusaha Arab?</p>
<p>6. Pernahkah Muhammad mengeluarkan perintah subsidi harga kurma?</p>
<p>Saya tidak menguji, hanya ingin mengetahui seperti apa sebenarnya Sistem Ekonomi Islam itu. Benarkah ia ada, ataukah sosialisme yang dibungkus religi saja?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariadhi.com/blog/2008/10/sistem-ekonomi-islam-katanya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
