Alarm Firehose of Falsehood Didentangkan Presiden. Seberbahaya Apa?

Scroll down to content

Artikel ini sudah tayang sebelumnya di apps Babe:

Tahun 2016, siapa juga yang menyangka Donald Trump akan dengan mudah mengalahkan Hillary Clinton? Walau kalah dari jumlah suara orang per orang, 65 juta suara melawan 62 juta, yang berarti sebenarnya Hillary lebih populer, namun secara strategis tim Donald Trump sukses melipat Hillary di sistem elektoral dengan angka 306 melawan 306 lawan 232. Trump menang secara strategis.

Banyak yang berupaya mengungkap misteri kemenangan yang janggal ini, berbagai investigasi dilakukan, hingga akhirnya RAND Corp menemukan fakta bahwa telah terjadi Propaganda Russia yang sudah menghancur-leburkan sisi kognitif masyarakat Amerika Serikat sehingga keliru memilih, akibat ditakut-takuti dengan berbagai pernyataan hoax dan provokatif baik oleh Donald Trump sendiri, maupun berbagai tim yang bekerja di balik layar menciptakan propaganda dan fake news, dicurigai tim ini bekerja dari sebuah tempat di Russia dan Iran. Inilah yang kemudian memunculkan istilah: Propaganda Russia. Tujuannya satu, menciptakan ketakutan, kekhawatiran, jijik dan marah atas perbedaan, lalu sang Kandidat maju sebagai hero penyelamat dari ketakutan tersebut.

Fenomena yang juga dikenal dengan semburan dusta ini tidak hanya anekdotal dan random. Gejala serupa juga terdeteksi di Perancis, Brazil, Malaysia, Kenya, dan Meksiko. Di beberapa negara pelakunya menang, beberapa kalah. Marine Lepen, Eks PM Nazib, Bolsonaro, adalah tokoh-tokoh yang terlihat menggunakan cara yang identik dengan Donald Trump, memancing kebencian dan ketakutan yang terkait konservativisme. Syukurnya Le Pen dan Nazib kalah, sehingga mulai terkuak cara-cara yang dinilai efektif untuk mengalahkan kecepatan serangan Firehose of Falsehood. Salah satunya agak mengejutkan, humor. Mat Sabu di Malaysia sukses menerapkan ini untuk melindungi dirinya dari tudingan syiah dan tidak kapabel menjadi Menteri Pertahanan.

FoF kini mulai secara serius diteliti oleh para periset dan pengamat politik di seluruh dunia, dan ditemukan fakta mengejutkan, bahwa semua manusia, baik yang memiliki pandangan politik konservatif maupun progresif memang memiliki pemicu ketakutan di dalam dirinya. Inilah yang kemudian, dengan bantuan teknologi mesin analisa, dideteksi oleh pihak konservatif, yang kemudian menciptakan pola kampanye yang ternyata cocok dengan kebiasaan mereka dalam berkampanye, menakut-nakuti.

Ketakutan, baik yang berdasar maupun yang sudah jelas-jelas hoax, disebar dengan luar biasa cepat dan sesering mungkin. Setidaknya diharapkan dari ribuan hoax yang disebar, ada satu-dua persen yang kemudian ditangkap oleh otak, dan menjungkirbalikkan proses berpikir kita dalam memilih pemimpin.

Ahmad M Firdaus, salah satu pencetus peringatan bahwa FoF dalam Pilpres Indonesia yang kini sedang menyelesaikan studinya di Inggris, menyatakan bahwa pada dasarnya di dalam otak manusia terdapat pola pikir berbeda, “Orang konservatif cenderung melihat kewenangan dan otoritas, sementara kubu progresif cenderung memperhatikan perasaan orang di sekitarnya.”

Celakanya, walaupun punya batas pembeda, baik kubu progresif dan konservatif, dengan proporsi berbeda-beda, sama-sama punya amygdala dan croc brain yang memproses ketakutan sebagai pemicu naluri menyelamatkan diri. Inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh kubu konservatif dengan menebarkan ketakutan, kebencian dan rasa jijik sesering mungkin, berharap ada satu atau dua yang menempel di otak kita dan merusak cara pikir kita.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa tak ada satupun orang yang bisa aman dari serangan Firehose of Falsehood.

Jika dirujuk kepada kampanye Trump, Washington Post telah mengumpulkan 6.420 hoax, tudingan, dan klaim palsu, dari pernyataan Trump sendiri. Belum lagi yang diciptakan oleh pendukung-pendukungnya.

Bagaimana dengan Indonesia sendiri? Dikutip dari pernyataan Dirjen Komunikasi dan Informasi Publik, Niken Widyastuti, di IDNtimes, angka konten negatif yang beredar, termasuk juga konten pornografi, hoax, penipuan, perjudian, bullying, selain juga hoax, mencapai 800 ribu konten! “Saya belum meneliti secara jumlah berapa tapi dalam setahun, yang kemarin hitungan manual itu aja mencapai 800 ribu (konten) kalo dibagi perbulan udah berapa ratus juga kan itu gambarannya. Sekarang sudah pakai alat, tapi kita belum mengkaji detail,”

Apa bahaya dari FoF?

Jika menang, pelakunya akan kecanduan berbohong dan terus berbohong berulang-ulang untuk menutupi kebohongan sebelumnya. “Amerika Serikat setelah berada di bawah administrasi Trump, memiliki presiden Donald Trump yang mau tak mau harus meneruskan pola kampanye yang sama untuk mengontrol masyarakatnya,” ungkap Ahmad Firdaus.

Firehose of Falsehood adalah sebuah abuse dan penyalahgunaan teknologi untuk kepentingan kekuasaan dengan merusak privasi. Budiman Sudjatmiko, anggota DPR sekaligus Ketua Umum Inovator 4.0 Indonesia, memberikan peringatan, “Kalau politikus sampai dari tahu Big Data mengenai saya, tahu pola pikir saya, maka mereka bisa menciptakan big lies, data raksasa menciptakan dusta raksasa. Bukan berarti Big Data jelek, ia bisa saja menciptakan kebaikan. Tapi akhir-akhir ini Big Data malah dipakai untuk memfitnah.”

Konflik yang terjadi akibat pemikiran rasis, fasis, dan ultranasionalis bisa terus berkembang dan memecah-belah bangsa kita. Berbeda dengan Amerika Serikat, demokrasi di Indonesia cenderung masih muda, dengan konsekuensi tiap orang masih belum dewasa dalam menyikapi perbedaan pendapat dan pandangan. Ini berpotensi membuat bangsa kita yang terdiri dari berbagai suku, ras, agama, dan kelompok, saling berkonflik dan mengarah kepada perang saudara yang besar seperti yang sudah meluluh lantakkan Suriah dan negara-negara Arab lainnya.

Ini dibenarkan oleh Reno Risanti, seorang relawan politik dan guru yang juga menguasai NLP. Menurutnya, Firehose of Falsehood bisa dijelaskan dengan cara kerja otak manusia yang memang punya bagian tersendiri dalam mengolah rasa takut. Dan oleh karena itu, baginya Firehose of Falsehood sangat berbahaya untuk anak-anak muda.

“Untuk anak muda, khususnya remaja yang neo cortex-nya belum berkembang sempurna, FoF dapat menjadi sangat berbahaya. Remaja tersebut belum memiliki pertimbangan untuk tanggung jawab dan cenderung dikendalikan oleh amygdala yang melingkupi reptilian brain mereka. Sehingga, ketika reptilian brain tersebut dimanipulasi oleh FoF, maka kecenderungan untuk terjadinya perseteruan fisik akan lebih tinggi,” tegas Reno.

Menurut Reno, perang dan konflik sangat memungkinkan terjadi akibat teknik FoF. “Konflik dan perang jelas akan terjadi bila akhirnya sebagian besar anggota masyarakat terus menerus terpapar FoF yang menyebabkan akal sehat mereka non aktif. Paranoia, atau sikap paranoid akan mendominasi kelompok-kelompok masyarakat yang tadinya sudah memiliki bibit-bibit permusuhan sisa generasi lama (ORBA). Persebaran FoF ini, bila tidak segera ditangani, jelas akan menjadi pemicu perpecahan dan peperangan di antara masyarakat. ”

Jadi gaes, kuy mulai miliki kesadaran untuk tidak lagi mau terpengaruh hoax yang diciptakan oleh Firehose of Falsehood. Selalu periksa dan cek ricek semua informasi yang masuk melalui gadget kita. Jangan asal sebar karena jempolmu harimaumu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: